Riyan Al Bantany

Minggu, 09 Oktober 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH, MANUSIA DAN KEINDAHAHAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Sebagai manusia yang diciptakan Allah dengan diberi hawa nafsu, hati yang dapat merasakan prasaan yang lebih halus, dan prasaan cinta, keindahan dalam diri kita sebagai manusia.
Walaupun manusia memiliki cinta kasih yang melebih, tetapi tidak semua manusia dapat memberikan cinta kasih yang sama banyaknya kepada orang yang ia sayangi
Untuk memahami cinta kasih secara mendalam didalam makalah ini akan kami uraikan lebih jelas tentang cinta dalam kehidupan sehari-hari. Dalam membicarakan tentang cinta yang pertama harus kita ketahui bahwa cinta bukanlah nafsu. Pernyataan tersebut sangat penting, khususnya bagi pada remaja yang tingkat nafsu seksualnya bergejolak, biasanya merasa sulit membedakan antara cinta yang bersumber dari nafsu dan cinta yang tulus dan murni dari perasaan yang indah karena keduanya sangat berdekatan, sulit dihindari bahwa dasar cinta murni seseorang terhadap lawan jenis akan bermuara pada  perkawinan dan membawanya pada hubungan seksual.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas penulis mengambil beberapoa rumusan masalah sebagai berikut :
-          Apa arti cinta kasih, kasih sayang?
-          Apa pengertian keindahan?
-          Apa pengertian nilai estetika?

C.  Tujuan Penulisan
Untuk memenuhi tugas dari Dosen pengampu, sebagai bahan materi dalam diskusi dan sebgai bahan menambah pengetahuan.

BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN CINTA KASIH MANUSIA DAN KEINDAHAHAN

A.  Arti Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) ataupun (rasa) sangat kasih atau tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta(kepada) atau menaruh balas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga dapat dikatakan kata kasih lebih memperkuat kata cinta. Karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan perasaan balas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir bersamaan, keduanya memiliki perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, sifatnya mengarah kepada orang atau yang di cintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan dengan kata sayang, kata ini mengandung pengertian lebih nyata dalam wujud cinta seseorang.
Cinta kasih merupakan panduan dua kata yang mengandung arti psikologis yang dalam dan sulit didefinisikan dengan rangkaian kata-kata. Namun secara  sederhana cinta dapat diartikan dengan keterkaitan hati seseorang terhadap sesuatu sihingga ia mau melakukan sesuatu untuknya. [1]
Maka cinta kasih adalah tanda kehidupan spiritual dalam aqidah orang mukmin dalam kehidupan udara Islami, dalam agama, keluarga, kelompok, sosial dan bangsa. Tiadalah sesuatu yang menggembirakan orang-orang, seperti bergembiranya dengan kalimat cinta. [2]
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm menyebutkan, bahwa dalam cinta itu yang terutama adalah memberi, bukan menerima. Memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang penting adalah memberi hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Dalam pengasuhan, contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya; bagaimana cinta seorang ibu dengan rasa cinta kasih mengasuh anaknya sepenuh hati.
Dalam bukunya Di Samping Cinta, Dr. Frank S. Caprio menyatakan bahwa cinta hanyalah suatu perasaan. Cinta dapat datang dan pergi. Seringkali anda memilikinya, seringkali tidak. Anda tak dapat berbuat apapun terhadap cinta. Inti pokok cinta bersifat timbal balik. Dalam cinta sejati selalu ada kesungguhan untuk membangun hubungan cinta yang ideal dan mewujudkan kehidupan yang terbaik.

B.     Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta, kasih sayang diartikan dengan kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Ada bermacam bentuk kasih sayang,bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang dan yang disenangi.
Dalam kehidupan rumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda mudi yang diakhiri dengan perkawinan menjadikan rumah tangga mereka bukan lagi berdasarkan cinta semata, tetapi bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang masing-masing pihak dituntut untuk memiliki tanggung  jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.[3]
1.      Cinta terhadap Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cinta kepada Allah dan kerinduannya kepada Nya. Tidak hanya dalam sholat, pujian dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakanya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridhoNya.
Allah berfirman dalam surah Al Imran ayat 31 :
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah yang kamu sukai lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul Nya dan dari berjihad di jalan Nya, maka tunggulah sampai Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasik”
Ayat diatas bukanlah berarti manusia tidak boleh mencintai selain Allah dan Rasul Nya, namun cinta itu tidak boleh melebihi kadar kecintaannya kepada Allah dan Rasul. Selain itu, apapun yang dicintai, harus berlandaskan kkkarena kecintaanya kepada Allah dan Rasul, misalnya cinta orang tua kepada anaknya didasari karena rasa tanggung jawabnya memegang amanah dari Allah berupa anak. Perwujudannya dalam membesarkan anak tidak melanggar aturan-aturan Allah.

2.      Cinta kepada Rasulullah
Cinta keapa Rasul yang diutus Allah sebgai rahmat bagi seluruh alam semesta, untuk memberi petunjuk dan membersihkan hati manusia, mengajarkan Al-Qur’an dan kebijaksanaan. Rasulullah merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral maupun berbagai sifat luhur lainnya. Sebagaimana di kemukakan Al-Qur’an dalam surat Al-Qalam, ayat 4: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.
3.         Cinta Orang Tua
Anak merupakan salah satu wujud cinta Allah kepada pasangan suami istri. Status sebgai ayah dan ibu merupakan kedudukan mulia, penuh makna sebagai ekspresi bahwa Tuhan telah menumpahkan RahmatNya, sehingga keduanya saling dipenuhi rasa kasih sayang dan perasaan tertarik, serta perasaan terikat satu sama lain secara langgeng.
Ikatan yang kuat antara orang tua dengan anaknya merupakan salah satu bentuk hubunganantar manusia yang paling teguh dan mulia. Tuhan telah memelihara dan menjamin agar hubungan kuat tersebut langgeng dan berkembang sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan memantapkan ekstensinya.
Cinta tersebut adalah cinta yang dibawa sejak lahir, suatu bentuk cinta alami yang tak dapat dipadamkan oleh siapapun. Atas dasar alasan inilah maka bukannya tuhan memerintahkan agar anak menjaga kepentingan orang lain. Firman Allah dalam surah Al-Luqman, ayat 14 :
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadakulah kembalimu.

4.         Cinta diri
Cinta diri maksudnya adalah menjaga dagar dirinya tetap dapat bertahan hidup. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan, ketentraman dan kebahagiaan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan bahayanya.
Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecendrungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindar dari segala sesuatu  yang membahayakan keselamatannya. Firman Allah SWT, dalam surah Fusshilat ayat 49 : “Manusia tidak jemu-jemu memohon kebaikan, tetapi jika mereka ditimpa malapetaka ia menjadi putus asa lagi putus harapan”.

5.         Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada dirinya sendiri dan egoismenya. Juga hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang lain, bekerja sama dengan atau memberi bantuan kepada mereka. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia kepada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ditimpa kesusahan dan usahanya yang terus-menerus untuk terus memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dan dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian pada orang-orang yang berusaha untuk berlebih-lebihan dalam cintanya terhadap diri sendiri dan melepaskan diri dari segala keluh kesah apabila ditimpa kesusahan melepaskan diri dari segala keluh kesah apabila ditimpa kesusahan dan bakhil apabila memperoleh kebaikan. Cara melepaskan dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya dan orang miskin yang tak bisa meminta-minta dan menjauhi larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan menyeimbangkan antara cintanya pada dirinya sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
Firman Allah dalam Al-Qur’an, surah al-Hujara, ayat 10.
  
Artinya :
Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

6.         Cinta Seksual
Seks dapat mempererat cinta kasih antara suami dan istri. Meskipun seks bukan merupakan faktor utama dalam kebahagiaan keluarga, namun ia juga merupakan penentu bagi kelangsungan hidup keluarga. Allah berfirman dalam surah Ali Imran, ayat 14 :
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan di jadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dan juga firman Allah dalam surah Al-Hujarat,ayat 10 :
Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Dorongan seksual merupakan landasan pembentukan keluarga, dimana suami istri sama-sama mendapatkan kedamaian hati, sehinga timbul rasa tentram,aman dan damai. Dan di antara keduanya timbul perasaan cinta, kasih sayang dan rahmat yang mendorong tetap terpeliharanya kehidupanbersama dengan harmonisnya dan rasa tolong menolong, sehingga akan timbul suasana yang segar bagi pertumbuhan anak-anak, pemeliharaan dan pembentukan kepribadian mereka secara sehat.
Islam menyerukan pengendalian dan penguasaan cinta lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah yaitu dengan perkawinan.

7.         Cinta Erotis
Kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis (sifat kebirahian) merupakan suatu yang sifatnya eksklusif (khusus), sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal ini disebabkan letak antara cinta dan nafsu yang tidak berbeda jauh.
Padahal keduanya sangat bertolak belakang sifatnya. Kasih sayang dalam cinta erotis merupakan kontak seksual yang asli sedangkan kasih sayang yang ideal adalah bersumber pada cinta. Oleh karena itu, dalam kehidupan berumah tangga yang diikat dengantali perkawinan bila seorang suami tidak mampu menikahi istrinya secara rohaniah, maka dalam dirinya akan timbul beban mental. Ia akan merasa berdosa, atas kekurangannya, begitu juga sebaliknya, berdosalah seorang istri jika tidak mau melayani kehendak seksual suaminya. Oleh karena itu, timbul rasa tidak puas antara suami dan istri dalam hubungan seksual, sehingga akan menimbulkan kerenggangan hubungan yang dapat berakhir dengan perceraian.

C.  Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya (Widagdo: 1991: 61). Lian Gie dalam bukunya Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan) menyebutkan bahwa keindahan dalam bahasa Inggris disebut beautiful, Francis beau, Italia dan Spanyol bello. Kata-kata itu berasal dari bahasa Latin bellum. Akar katanya bonum. Yang berarti kebaikan, yang kemudian mempunyai bentuk pengertian pengecilan menjadi bonelum dan terakhir dipendekkan menjadi bellum (di dalam Notowidagdo: 1996:71)
Seperti halnya dengan filsafat, keindahan juga merupakan abstrak sehingga sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang defenisi keindahan. Mengenai batasan keindahan pada umumnya dapat digolongkan pada dua kelompok yaitu :
1.     Definisi-definisi yang bertumpu pada objek, yaitu keindahan yang memang ada objeknya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya.
2.     Defenisi-defenisi yang bertumpu pada subjek, yaitu keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subjek yang diharuskan menghayatinya. Dalam hal ini keindahan adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada pada diri si penghayat (Mustopo : 1988:98).
Untuk lebih memahami tentang pengertian keindahan, berikut dikemukakan pendapat beberapa para ahli tentang keindahan :
1.      Leo Tolstoy (Rusia).
Menurutnya keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia tidak punya pengertian keindahan untuk musik.
2.      Sulzer
Yang indah itu hanyalah yang baik, jika belum baik maka ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.
3.      Shaftesbury
Yang indah itu ialah yang memiliki propersi harmonis. Karena yang proporsinya harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah yang baik.
4.      Hemster hius
Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang dan itu adalah dalama waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengamatan-pengamatan yang menyenangkan.
5.      Al-Ghazali
Yang dikatakan indah adalah yang dapat dinikmati oleh lima alat indra manusia ditambah dengan nilai-nilai spiritual, moral dan agama (1988:100).

D.   Keindahan Dan Nilai Estetika
Didalam Dictionary of sociology and related Scienoe disebutkan bahwa nilai estetika itu adalah : “Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia, sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok .
Keindahan adalah suatu yang alamiah. Alam itu adalah ciptaan Allah, ini berarti bahwa keindahan juga ciptaan Allah. Dalam suarat Al-Baqarah ayat 29 Allah berfirman :
Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada didunia untuk kamu dan Dia menghendaki (menciptakan) langit dan bumi, lalu dijadikannya tujuh langit. Dan Dia mengetahui segala sesuatu.
Allah menciptakan bumi lengkap dengan isinya yang indah, sebagaimana firmanNya :
Atau siapakah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).(QS. An Naml ayat: 60)

Allah menciptakan alam yang indah ini untuk manusia, untuk kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Manusia menciptakan keindahan itu sebenarnya mencontoh keindahan itu sebenarnya mencontoh keindahan alam yang dianugrahkan Allah kepada umatNya.
Manusia tak luput dari keindahan misalnya dalam membuat penghijauan dan merawat lingkungan. Keindahan juga ada yang berbentuk kesenian yaitu (seni suara, seni rupa maupun seni pertunjukan) yang nantinya bisa menjadi bagian-bagian dari kebudayaan yang dapat dibanggakan bangsa Indonesia.
Keindahan juga disebut susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal yang disebut kesatuan (Unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (syimmetry), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast).
Keindahan juga identik dengan kebenaran karena mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran yang tidak indah.
Keindahan dalam arti luas dari bangsa Yunani yang dulunya tercantum kebaikan misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai suatu yang menyenangkan.
Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah pula. Tetapi bangsa Yunani juga menggunakan pengertian keindahan dalama arti yang lain seperti stetis atau symmetria yaitu untuk keindahan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran.[4]





















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan perasaan balas kasihan.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta, kasih sayang diartikan dengan kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia, sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok .
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya
Keindahan dalam arti luas dari bangsa Yunani yang dulunya tercantum kebaikan misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai suatu yang menyenangkan.

B.     SARAN
Manusia yang memiliki dan menjalin cinta kasih sangat dianjurkan oleh Islam untuk mengendalikan dan menguasi cinta lewat cara yang sah yaitu dengan ikatan perkawinan







DAFTAR PUSTAKA

Widagdo, Djoko, 1991, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Bumi Aksara.
Risnawaty Daulay, Lely, 2002, Ilmu Budaya dan sosial Dasar, Medan: IAIN Press.
Suryadi ,1984, Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Jakarta : Dekdikbud.









[1]Djoko Widagdo, ilmu alamiah dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 83.
[2]Lely Risnawaty Daulay, Ilmu Budaya dan sosial Dasar, (Medan: IAIN Press, 2002), hlm. 97.
[3]Op.cit, hlm. 86.
[4]Suryadi, Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar,(Jakarta : Dekdikbud, 1984), hlm. 65.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar